ISLAM ANTI KEGEMUKAN (3)

diet islami

Makan dan minumlah tapi jangan berlebiha. sumber foto : google

ISLAM DAN KEGEMUKAN

Karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim, kemungkinan yang menderita kegemukan di negeri ini mayoritas adalah Muslim. Pertanyaannya, apakah agama ini mendukung kegemukan atau malah sebaliknya? Jika mau sedikit “iseng” boleh jadi kita akan terpesona kala menyadari bahwa Islam sesungguhnya agama yang “anti-kegemukan”. Dua keterangan berikut setidaknya bisa dijadikan bukti.

Firman Allah Swt,
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sunguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih –lebihan.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 31)
Lebih rinci lagi adalah sabda Rasulullah Saw berikut:
“Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. Kalau toh, dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (H.R. Tirmidi, Ibnu Majah, dan Muslim)

Bukan hanya dilarang berlebih-kebihan, dari hadis diketahui bahwa Rasulullah Saw menganjurkan umatnya untuk mengisi perut hingga 66.66% kenyang saja, dengan perincian 1/3 (33,33%) untuk makan dan 1/3 (33,33%) minum, sedangkan 1/3 (33,33%) sisanya adalah untuk udara (pernapasan). Aturan ini jelas lebih rendah dari Konsep Hara Hachi Bu yang dijalankan oleh penduduk Okinawan Jepang yang menganjurkan orang untu mencukupkan pemenuhan perutnya hingga 80% kenyang, tradisi Ayurveda di India yang menganjurkan 75% kenyang, serta pemahaman yang dianut bangsa Cina, yang menganjurkan 70% kenyang.

Agak mustahil rasanya jika yang menjalankan aturan ini, dengan tidak makan berlebihan dan hanya menikmati 66,66% kenyang saja bisa menjadi kegemukan. Faktanya bisa dilihat pada diri Rasulullah Saw. Anas r.a berkata “Rasulullah memiliki postur sedang, tidak tinggi ataupun pendek, dan fisiknya bagus. Rambut beliau tidak keriting juga tidak lurus. Warna (kulitnya) kecoklatan, jika beliau berjalan, berjalan dengan tegak.

Bara’ bin Azib berkata “Rasulullah Saw adalah lelaki yang berambut ikal, berpostur sedang, bahunya bidang, berabut lebat sampai cuping telinga dan beliau memakai kain merah. Aku belum pernah melihat orang yang lebih tampan dari beliau.” (Al-Mukhtashasar), hadis no. 2-3). Rasulullah Saw dalam keterangan diatas digambarkan memiliki fisik yang bagus, bahunya bidang. Walau boleh jadi tidak sekekar Arnold Schwarzenegger atau Ade Rai, namun sangat mustahil rasanya jika beliau memiliki perut yang buncit, ciri khas penderita kegemukan.

Pertanyaa lain, bagaimana caranya supaya orang bisa berkelit dari kegemukan? “jurus-jurus” apa saja yang Islam berikan untuk itu? Selain berusaha memberi informasi seputar kegemukan, tulisan yang Anda baca ini merupakan salah satu tulisan yang juga berupaya mengabarkan akan pentingnya menjalankan perintah agama, guna mencegah atau memerangi situasi tersebut—dan karenanya sangat layak untuk dijadikan senjata andalan dalam melawan kegemukan.

Segala puji bagi Allah yang Mahatahu akan segala sesuatu.

Sumber : Buku “Diet Islami” Karya Yuga Pramita

Pencarian dari Google:

Tolong Bagikan Artikel Ini Jika Menurut Anda Bermanfaat...
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • vuible
  • StumbleUpon
  • Delicious
  • Google Reader
  • LinkedIn
  • More

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *