Sejarah Kopi Ijo Yang Menjadi Bagian Masyarakat Tulungagung

sejarah kopi ijo

Tidak ada yang tahu dengan pasti bagaimana sejarah kopi ijo, yang pasti kopi ijo sekarang ini menjadi kopi khas kota Tulungagung, Jawa Timur.

Sejarah Kopi Ijo

Barangkali nama Kopi Ijo masih sedikit asing ditelinga kebanyakan orang. Kopi Ijo ini adalah minuman khas dari daerah Tulungagung, Jawa Timur. Kopi ini berbeda dengan jenis kopi lain. Sebenarnya kopi ini lebih mirip tetapi dengan minuman khas suatu daerah. Namun ada pula yang merasa bahwa Kopi Ijo cenderung mirip dengan kopi luwak dikarenakan memiliki cita rasa yang unik. Namun proses pembuatan Kopi Ijo bukanlah dari kotoran hewan melainkan dengan memasak menggunakan alat tradisional serta membutuhkan ketlatenan.

Kopi umumnya memang identik dengan warna hitam. Namun di daerah Tulungagung sendiri, Kopi Hitam malah kalah pamor dengan Kopi Ijo. Di Kota Marmer ini sendiri setidaknya terdapat sekitar 3.000 an lebih warung kopi yang menjadikan Kopi Ijo sebagai salah satu menu andalannya. Warga Tulungagung sendiri beranggapan bahwa penyajian Kopi Ijo menjadi salah satu tradisi yang patut untuk dilestarikan.

Sejarah Kopi Ijo sendiri tak banyak diketahui bagaimana kopi ini muncul. Hanya saja terdapat salah satu warung kopi yang dikenal mengawali hadirnya Kopi Ijo ini, yang dikenal dengan Warung Kopi Waris. Lama kelamaan, jumlah warung kopi yang menjajakkan Kopi Ijo ini pun makin bertambah banyak dan dianggap sebagai khas dari daerah Tulungagung.

Lalu mengapa disebut Kopi Ijo? Barangkali hal ini dikarenakan warna kopi yang hitam kehijauan yang menjadi ciri khasnya. Adanya campuran sari rempah yang masih hijau, membuat kopi ini menjadi lebih hijau, namun tidak menghilangkan warna kopi aslinya. Dalam proses pembuatan kopi ini, menggunakan api yang memakai bahan bakar bukan gas, seperti kayu bakar ataupun minyak tanah.

Kopi Ijo memiliki rasa yang unik serta bubuknya lebih halus dari kopi pada umumnya. Proses pembuatannya, dari biji kopi yang telah dipilih kemudian dikeringkan dengan cara disangrai dengan bahan bakar kayu bakar dan wajan yang terbuat dari tanah liat. Proses ini haruslah dilakukan dengan sangat telaten, dengan menjaga kestabilan nyala api supaya biji kopi tersebut dapat matang dengan merata secara sempurna. Setelah itu, kopi baru digiling dengan mesin dan diberi tambahan kacang hijau. Hal inilah yang menjadi keunikan dari Kopi Ijo ini.

Demikianlah pemaparan mengenai Sejarah Kopi Ijo, yang telah menjadi ciri khas dari daerah Tulungagung, Jawa Timur. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Pencarian dari Google:

Tolong Bagikan Artikel Ini Jika Menurut Anda Bermanfaat...
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • vuible
  • StumbleUpon
  • Delicious
  • Google Reader
  • LinkedIn
  • More

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *