Kandungan Kopi dan Manfaatnya

Jenis-Jenis Kandungan Kimia Biji Kopi
Kandungan kimia biji kopi – Menyantap segelas kopi merupakan aktifitas yang tak pernah luput dari kehidupan di zaman modern saat ini, akan tetapi pernahkan anda berfikir tentang apa saja kandungan yang ada didalam kopi yang anda minum? Jika anda belum mengetahui tentang kandungan kimia biji kopi, berikut ini alasanya:

Kandungan kimia biji kopi yang pertama yaitu kafein. Kopi merupakan salah satu tanaman yang mempunyai kandungan kafein yang paling sering digemari oleh banyak orang, kafein diklasifikasikan sebagai drug yang diakui aman dengan syarat masih dalam dosis tertentu, melebihi dosis kafein yang ditentukan dapat menyebabkan ketergantungan. Dalam konsumsi yang menahun kafein bisa menyebabkan timbulnya penyakit seperti masalah gangguan tidur bahkan kanker.

Kandungan kimia biji kopi yang kedua yaitu Ethyphenol. Zat yang satu ini mungkin terdengar asing, akan tetapi zat ini merupakan aroma khusus pada kopi, kandungan ini mirip dengan tar dan memiliki kandungan pheromone. Kandungan kimia biji kopi yang ketiga yaitu Quinic Acid. Rasa asam yang ada pada kopi di tentukan dengan jumlah zat yang quinic acid, terkadang kadar quinic acid pada kopi jumlahnya berbeda-beda, zat digunakan di dalam ilmu kedokteran sebagai bahan untuk pembuatan obat flu.

Kandungan kimia biji kopi yang ketiga dicaffeoylquinic acid. Zat ini merupakan salah satu zat antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Walupun kadar antioksidan didalam biji kopi tak sebanyak tumbuhan obat yang lain, akan tetapi kopi merupakan salah satu supplier antioksidan yang paling banyak dikonsumsi di dunia.

Kandungan kimia biji kopi yang selanjutnya yaitu dimethyl disulfide. Pada biji kopi yang belum dikeringkan atau masih hijau dan di sangrai, kandungan senyawa ini merupakan senyawa yang banyak, zat ini lah yang dapat membuat kotoran manusia menjadi berbau dan mirip dengan senyawa sulfur.

Kandungan kimia biji kopi yang kelima yaitu Acetylmethylcarbinol. Kandungan yang satu ini merupakan zat yang membuat kopi berasa gurih di lidah, kandungan ini banyak ditemukan pada mentega.

Kandungan kimia biji kopi yang terakhir yaitu niacin. Kandungan yang satu ini merupakan senyawa yang kurang baik untuk tubuh, karena senyawa ini bisa menyerap vitamin-vitamin yang ada di dalam tubuh, sedangkan vitamin sangatlah dibutuhkan tubuh untuk proses-proses yang terdapat didalam tubuh, oleh karena itu meminum kopi hanya dianjurkan paling banyak yaitu 2-3 kali sehari. Itulah informasi tentang Kandungan kimia biji kopi, semoga bermanfaat!

Kandungan Kopi dan Manfaatnya

Kandungan Kopi dan Manfaatnya– Kopi merupakan salah satu jenis minuman yang berasal dari pengolahan biji kopi. Zaman dahulu kopi merupakan salah satu makanan yang digunakan untuk meningkatkan energi pada tubuh. Kopi merupakan serapan bahasa dari bahasa Arab, kemudian bahasa Turki, diserap lagi ke dalam bahasa Belanda dan akhirnya ke dalam bahasa Indonesia menjadi Kopi.
Ada dua jenis kopi yang sudah dikenal oleh umum, yakni kopi arabika dengan kualitas terbaik dan kopi robusta. Kopi pertama kali di temukan oleh bangsa Etiopia, Afrika pada tahun 1000 SM yang lalu yang memiliki khasiat menambah energi. Sampai saat ini kopi menjadi salah satu minuman yang mayoritas digemari oleh masyarakat dunia termasuk Indonesia. Setiap tahunnya, Indonesia berhasil memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi. Selain memiliki rasa dan aroma yang menarik, kopi juga menyimpan sejuta manfaat seperti menyembuhkan penyakit diabetes, penyakit kanker, penyakit jantung, dan batu empedu. Kopi memiliki kandungan kafein sekitar 1 sampai dengan 1,5 persen.

Kandungan Kopi dan Manfaatnya

Sebagai Pemacu Otak untuk Berpikir Positif
Dalam sebuah penelitian pernah dibuktikan bahwasannya kopi dapat memacu penikmatnya untuk dapat mengenali kata-kata positif. Penelitian ini dilakukan di Jerman beberapa tahun lalu. Peneliti dari Jerman mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi kopi yang memang mengandung kafein dengan dua sampai tiga cangkir kopi saja orang akan mampu memunculkan kata-kata positif lebih cepat.

Para peneliti memiliki eksperimen bahwasannya kafein memiliki manfaat untuk mengarah kepada respon yang lebih cepat dan juga lebih sedikit dapat membuat kesalahan dalam tugas-tugas mental yang masih sederhana.

Seorang psikolog Eksperimental yang bernama Lars Kuchinke bersama tim dari Universitas Ruhr Jerman meminta sebanyak 66 relawan agar segera memutuskan secepatnya apa yang akan ditampilkan pada computer yang merupakan hasil dari bentukan huruf. Separuh dari relawan tersebut diberi tablet yang memiliki kandungan 200 mg kafein yang ini setara dengan dua sampai tiga cangkir kopi. Kemudian sisanya diberi pil laktosa. Dalam penelitian ini mereka harus membawa tablet itu dalam waktu kurang lebih 30 menit.
Hasilnya memang benar, relawan yang telah mengonsumsi tablet dengan kandungan kafein tujuh persen akan lebih akurat dalam mengenali kata-kata positif dari pada yang lainnya. Kafein telah terbukti merangsang pada bagian otak yang berhubungan dengan hal positif. Demikian sedikit informasi tentang Kandungan Kopi dan Manfaatnya.

Dampak Postif dan Negatif Kandungan Kafein Dalam Kopi
Kandungan kafein dalam kopi – Apakah Anda termasuk seseorang yang memulai aktivitas dengan minum secangkir kopi? Anda tak sendiri. Banyak sekali orang yang membutuhkan kopi yang sarat akan kandungan kafein sebagai stimulan di pagi hari. Alasan kopi bisa membuat Anda bersemangat yaitu karena adanya efek kafein pada otak. Tak hanya sebagai stimulan, kandungan kafein dalam kopi juga mampu menghambat reseptor adenosin. Dampaknya bisa membuat Anda lebih berenergi dan juga merasa lebih bersemangat.

Meski begitu, kafein tak hanya berasal dari kopi. Sebatang cokelat atau secangkir teh favorit Anda ternyata juga mempunyai kandungan kafein. Kafein juga banyak terdapat di dalam obat-obatan tertentu. Beragam penelitian dilakukan untuk mengetahui secara lanjut mengenai kandungan kafein dalam kopi. Ternyata kafein mempunyai manfaat dan juga risiko yang bisa ditimbulkan.
Dampak positifnya kandungan kafein dalam kopi dapat menekan risiko diabetes dan sakit jantung. Mengonsumsi kopi dengan syarat kandungan kafein yang tak berlebihan, sering dikaitkan dengan kemampuan untuk menekan kemungkinan diabetes dan penyakit jantung. Hal ini berkaitan dengan kandungan asam klorogenat dalam kafein. Dampak postif yang kedua yaitu meningkatkan kemampuan kognitif dan daya Ingat. Peneliti menyimpulkan partisipan yang mengonsumsi kopi pada pagi hari mempunyai nilai yang lebih bagus pada tes, jika dibandingkan yang tak mengonsumsi kopi. Dampak postif yang kedua yaitu melindungi dari penyakit Parkinson. Hal ini masih berkaitan dengan kinerja kafein dengan reseptor adenosin di otak. Bagian otak yang terkena dampak penyakit Parkinson mempunyai banyak reseptor tersebut.

Selain memilik dampak positif, kafein juga berdampak negative pada kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan. Dampak negatif kandungan kafein dalam kopi yang pertama yaitu sulit tidur. Kebutuhan tidur orang dewasa kurang lebih 7-8 jam setiap malam. Kurang tidur, atau bahkan tidur dengan jumlah sedikit bisa mengganggu kesiagaan dan juga kinerja Anda pada siang hari.
Dampak negatif kandungan kafein dalam kopi yang kedua yaitu dapat menyebabkan osteoporosis.

Kafein dalam kopi bisa membuat tubuh mengeluarkan kalsium dengan melalui urin. Jika diminum secara berlebihan, maka dapat memicu terjadinya osteopororis. Tubuh kehilangan sekitar 5 mg kalsium setiap mengonsumsi satu cangkir kopi yang berukuran sekitar 180 ml. itulah beberapa dampak postif dan negatif kandungan kafein dalam kopi. Anda harus ingat bahwa sesuatu akan berdampak buruk jika dilakukan berlebihan, begitu juga dengan mengonsumsi kopi. Semoga informasi diatas bermanfaat!

Pencarian dari Google:

Tolong Bagikan Artikel Ini Jika Menurut Anda Bermanfaat...
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • vuible
  • StumbleUpon
  • Delicious
  • Google Reader
  • LinkedIn
  • More

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *