ISLAM ANTI KEGEMUKAN (3)

diet islami

Makan dan minumlah tapi jangan berlebiha. sumber foto : google

ISLAM DAN KEGEMUKAN

Karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim, kemungkinan yang menderita kegemukan di negeri ini mayoritas adalah Muslim. Pertanyaannya, apakah agama ini mendukung kegemukan atau malah sebaliknya? Jika mau sedikit “iseng” boleh jadi kita akan terpesona kala menyadari bahwa Islam sesungguhnya agama yang “anti-kegemukan”. Dua keterangan berikut setidaknya bisa dijadikan bukti. Baca lebih lanjut

Pencarian dari Google:

ISLAM ANTI KEGEMUKAN (2)

islam dan kesehatan

Islam memerintahkan ummatnya untuk selalu menjaga kesehatan. sumber foto : google

ISLAM DAN KESEHATAN

Islam merupakan agama yang sempurna. Diciptakan oleh pembuat manusia, untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat kelak. Karenanya tak perlu heran, jila selain mengajarkan beragam upaya guna meraih surga, Islam pun menganjurkan pemeluknya untuk giat bekerja, ulet berusaha, agar memperoleh kemuliaan hidup di dunia. Salah satau perkara berkaitan dengan kehidupan manusia di dunia yang mendapat perhatian Islam adalah urusan kesehatan. Beberapa ayat Al-Quran berikut merupakan Baca lebih lanjut

Pencarian dari Google:

ISLAM ANTI-KEGEMUKAN (1)

Grafik penderita kegemukan

Grafik penderita kegemukan terus meningkat tiap tahun. Agama punya peran penting dalam menjaga kesehatan. sumber foto : google

Berawal dari ketidakseimbangan antara asupan dan keluaran energi sehingga terjadi kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak, situasi kegemukan, yang juga sering disebut obesitas (obesity), perlahan tapi pasti selanjutnya terjadi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kegemukan telah menjadi masalah epidemic dunia. Situasi tersebut tentunya sangat penting untuk diwaspadai. Selain karena mengganggu estetika, sejak 18 Juni 2013, Asosiasi Medis Amerika Serikat mendeklarasikan situasi ini sebagai penyakit yang acap kali berujung pada kematian. Mengutip Lew & Gar Finkel (1979), Hamam Hadi dalam Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar di Fakulatas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tanggal 5 Februari 2015 di Yogyakarta, menyatakan, orang yang mempunyai berat badan 40% lebih berat dari berat badan rata-rata populasi, mempunyai risiko kematian 2 kali lebih besar dibanding Baca lebih lanjut