3 Cara Menurunkan Berat Badan

Menurunkan Berat Badan

Ada 3 cara / 3 terapi menurunkan berat badan : terapi diet, terapi olahraga, dan terapi herbal. Sumber foto : Google

Berbagai Terapi Untuk Menurunkan Bobot Badan

Usaha penurunan bobot badan dapat di lakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui terapi diet, terapi olahraga, dan terapi herbal. Pemaparan berikut akan menjelaskan beberapa terapi yang ampuh menurunkan bobot badan.

A. Terapi Diet

Upaya terapi yang paling sering dilakukan untuk menurunkan kelebihan bobot badan melalui pengaturan cara makan dan menu makan. Berbagai jenis diet merebak di berbagai daerah seiring dengan merebaknya kasus obesitas yang melanda kaum dewasa dan anak-anak.

Perlu diketahui, kesalahan terbesar yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin mengurangi bobot badannya adalah membuat dirinya kelaparan sampai menjadi kurus. Kebanyakan diet tidak mendatangkan hasil karena tubuh tidak diberi makan secara benar sehingga merasa kelaparan. Alhasil, kinerja metabolisme tubuh akan melamban. Kelambanan ini berarti bahwa lemak yang dimakan semakin sedikit.

Perlu diperhatikan, selama melakukan upaya penurunan bobot badan tetap harus makan. Namun, harus menghindari makanan berkalori tinggi yang banyak mengandung lemak dan gula. Pilihlah makanan berserat tinggi dan berkalori rendah. Jenis makanan ini bisa membantu mencapai hasil penurunan bobot badan dalam jangka panjang. Contoh makanan berkalori rendah dan berserat tinggi antara lain sayur-sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, dan padi¬padian yang tidak diolah atau disuling.

Tahukah Anda?
Tips Menurunkan Bobot Badan
1. Makan seperti biasa 3 kali sehari pada jam yang sama dengan kebiasaan sebelumnya.
2. Kurangi volume karbohidrat (nasi). Bisa dimulai dari 3/4 hingga 1/2 porsi dari biasanya dengan tujuan melatih lambung menampung volume sedikit.
3. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.
4. Dianjurkan untuk mengonsumsi jenis makanan yang mengandung tinggi protein dan serat, seperti telur, ikan, daging ayam, sayuran, dan buah.
5. Tidak “ngemil” atau makan camilan di antara jam makan.
6. Disarankan melakukan olahraga 30 menit per hari.
7. Perbanyak minum air putih, 8-10 gelas per hari masing-masing sebanyak 200 ml.
8. Nikmati makanan dengan mengunyah secara pelan-pelan, tidak tergesa-gesa.
9. Hindari minuman keras dan soft drink.
10. Hindari makan ketika sudah larut malam karena kalori dari makanan tidak dibakar menjadi energi, tetapi tersimpan menjadi lemak. Jika makan di luar rumah, hindari restoran cepat saji. Pilih restoran yang menyediakan menu sehat rendah lemak.

Pemilihan makanan yang sesuai sangat menentukan tercapainya penurunan bobot badan. Adanya hubungan yang erat antara diabetes, resistensi insulin, dan obesitas maka diet-diet yang sukses dalam pengobatan diabetes juga digunakan untuk menurunkan bobot badan.

B. Terapi Olahraga

Akibat pola hidup yang berubah seperti kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari mulai dari anak sampai dewasa menyebabkan peningkatan insiden kegemukan dan penyakit. Padahal dapat dicegah dengan olahraga. Olahraga merupakan kegiatan jasmani yang dilakukan dengan tujuan (goal) tertentu, misalnya meningkatkan kebugaran tubuh atau kapasitas fisik sehingga penampilan yang lebih baik, misalnya lebih “ramping dan kencang”.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa olahraga yang dilakukan dengan cara yang tepat, baik dari segi jenis, intensitas, waktu, dan frekuensi per minggu dapat meningkatkan kebugaran anak-anak sampai orangtua dan mencegah berbagai penyakit. Olahraga yang dianjurkan adalah jenis aerobik, seperti jalan santai, jogging atau Ian, senam, dan renang. Selain itu, ditambah dengan latihan beban yang dapat menambah kekuatan otot atau densitas tulang lokal di lokasi yang digerakkan sehingga tubuh menjadi lebih kuat dan kencang.

Perlu diingat agar selalu memulai olahraga dengan pe¬manasan dan akhiri dengan pendinginan serta melakukan gerakan-gerakan peregangan. Durasi atau lamanya waktu untuk berolahraga juga harus tepat. Olahraga yang terlalu ringan kurang bermanfaat bagi tubuh, sedangkan olahraga yang terlalu berat justru berakibat negatif (overtraining) atau bahkan menimbulkan cedera. Olahraga pada kaum wanita jangan sampai mengganggu siklus haid yang dapat menurunkan kepadatan tulang sehingga menimbulkan keropos tulang. Manfaat olahraga bagi wanita yang sudah mengalami menopause adalah untuk mempertahankan atau meningkatkan kekuatan otot serta kepadatan tulang sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.

Anda perlu mengetahui pembagian olahraga menurut energi dan tujuan utama, yaitu olahraga aerobik dan anaerobik. Olahraga aerobik merupakan olahraga yang menggunakan oksigen dalam penyediaan energi dan yang bertujuan untuk melatih efisiensi sistem jantung pembuluh darah dan pernapasan. Sementara itu, olahraga anaerobik adalah olahraga yang tidak memerlukan oksigen bagi penyediaan energinya serta bertujuan untuk mendapatkan kekuatan, daya (power), dan daya tahan, misalnya latihan beban dan lari cepat.

Olahraga sebaiknya sesuai prinsip-prinsip berikut agar dapat diketahui kuantitas dan kualitasnya.
1. Frekuensi, sebaiknya olahraga dilakukan sebanyak 3-5 kali per minggu
2. Intensitas, biasanya disebut dengan beratnya latihan yang dilakukan setiap latihan. Hal ini ditentukan dengan perhitungan denyut nadi maksimal (DNM) karena berhubungan dengan beban kerja saat berolahraga. Rumus yang biasa dipakai adalah 220 dikurangi dengan usia. Setiap latihan sebaiknya mencapai “target heart rate”, yaitu 60-85% DNM untuk olahraga aerobik. Sementara itu, untuk latihan penguatan atau daya tahan otot dihitung jumlah pengulangan pengangkatan beban oleh otot dan berat bebannya
3. Jenis, sesuaikan jenis olah raga ( aerobik atau anaerobik ) dengan tujuannya.

Obesitas atau kegemukan merupakan hal yang sangat ditakuti oleh wanita karena dapat mengganggu penampilan. Kaum wanita memiliki kecenderungan lebih besar untuk menjadi gemuk dibandingkan pria. Karena itu, berbagai iklan program pelangsingan tubuh dan penurunan bobot badan diserbu oleh kaum wanita. Mulai dari mesin ajaib yang dapat membakar kalori tanpa bergerak, penguapan, pemakaian obat-obatan, hingga produk jamu. Semua upaya dilakukan untuk mendapatkan penampilan yang ideal, ramping, dan menarik meski biayanya mahal.

Proses penurunan bobot badan yang cepat biasanya hanya menghilangkan cairan tubuh dan akan segera kembali lagi setelah kita minum. Terapi olahraga yang telah terbukti paling bermanfaat untuk menurunkan bobot badan adalah melakukan olahraga aerobik secara teratur 3 sampai 5 kali seminggu dengan intensitas sedang, waktu cukup lama (minimal 20 menit), disertai latihan penguatan otot dengan beban ringan untuk menambah massa dan tonus otot sehingga kulit tetap kencang.

Setengah dari jumlah lemak di dalam tubuh kita terdapat di bawah kulit dan di atas otot-otot. Jika Anda kehilangan lemak, maka sebagian akan hilang dari deposit yang mengelilingi otot. Akibatnya, Anda dapat melihat otot¬otot yang sebelumnya tidak tampak. Beberapa wanita menyangka bahwa ototnya bertambah besar. Padahal, timbulnya otot-otot tersebut disebabkan hilangnya lapisan lemak di sekelilingnya. Selain itu, perlu juga pengaturan makan atau diet yang sehat, seimbang, dan tidak berlebihan, terutama mengurangi makanan yang banyak mengandung lemak.

Obesitas atau kegemukan merupakan hal yang sangat ditakuti oleh wanita karena dapat mengganggu penampilan. Kaum wanita memiliki kecenderungan lebih besar untuk menjadi gemuk dibandingkan pria. Karena itu, berbagai iklan program pelangsingan tubuh dan penurunan bobot badan diserbu oleh kaum wanita. Mulai dari mesin ajaib yang dapat membakar kalori tanpa bergerak, penguapan, pemakaian obat-obatan, hingga produk jamu. Semua upaya dilakukan untuk mendapatkan penampilan yang ideal, ramping, dan menarik meski biayanya mahal.

Proses penurunan bobot badan yang cepat biasanya hanya menghilangkan cairan tubuh dan akan segera kembali lagi setelah kita minum. Terapi olahraga yang telah terbukti paling bermanfaat untuk menurunkan bobot badan adalah melakukan olahraga aerobik secara teratur 3 sampai 5 kali seminggu dengan intensitas sedang, waktu cukup lama (minimal 20 menit), disertai latihan penguatan otot dengan beban ringan untuk menambah massa dan tonus otot sehingga kulit tetap kencang.

Setengah dari jumlah lemak di dalam tubuh kita terdapat di bawah kulit dan di atas otot-otot. Jika Anda kehilangan lemak, maka sebagian akan hilang dari deposit yang mengelilingi otot. Akibatnya, Anda dapat melihat otot¬-otot yang sebelumnya tidak tampak. Beberapa wanita menyangka bahwa ototnya bertambah besar. Padahal, timbulnya otot-otot tersebut disebabkan hilangnya lapisan lemak di sekelilingnya. Selain itu, perlu juga pengaturan makan atau diet yang sehat, seimbang, dan tidak berlebihan, terutama mengurangi makanan yang banyak mengandung lemak.

Penanggulangan obesitas dengan terapi diet saja menghasilkan penurunan bobot badan yang cepat, tetapi jarang lestari karena akan naik lagi setelah program diet selesai dan massa otot akan mengecil. Karena itu, dalam setiap program diet harus diintegrasikan upaya untuk mengubah gaya hidup khususnya perubahan pola makan disertai peningkatan aktivitas fisik atau olahraga. Perlu diingat, konsultasikan dulu ke dokter untuk menentukan resep olahraga dan diet yang paling baik bagi seseorang, sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.

Otot memerlukan lebih banyak energi dalam pekerjaannya sehari-hari dibandingkan dengan lemak. Karena itu, orang berotot akan membakar lebih banyak kalori daripada orang gemuk. Jadi, tubuh wanita yang menarik adalah tubuh dengan otot-otot yang kencang dan sedikit lemak.

C. Terapi Herbal

Sejak zaman nenek moyang sudah menggunakan tanaman obat sebagai salah satu upaya untuk membuat penampilan lebih menarik. Namun, resep-resep tanaman herbal tidak terdokumentasikan dengan jelas. Dokumen penggunaan tanaman obat atau jamu dapat kita lihat pada prasasti Candi Borobudur. Praktik yang digunakan di masyarakat berupa penggunaan jamu galian singset telah ada sebelum istilah tanaman obat mulai dikenal.

Terapi herbal merupakan salah satu terapi penurunan bobot badan yang sangat populer di masyarakat. Selain lebih ekonomis, hasilnya pun minim efek samping. Terapi herbal biasa dilakukan sebagai pengobatan alternatif. Tanaman obat yang sudah terbukti khasiatnya untuk menurunkan berat badan (mengatasi kegemukan) diantaranya adalah : Jati Belanda, Bangle, Kemuning, Teh Hijau, Asam, Jahe, Jeruk Nipis, Jintan Hitam, Kayu Rapet, Kencur, Kunyit, Sirih Merah, dan Temu Giring.

Sumber:

Buku “Diet Aman & Sehat dengan Herbal” karya dr. Prapti Utami

Tolong Bagikan Artikel Ini Jika Menurut Anda Bermanfaat...
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • vuible
  • StumbleUpon
  • Delicious
  • Google Reader
  • LinkedIn
  • More

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *